Kamis, 04 Desember 2014

Cerita Sahabat

Cerita Sahabat di Kelas Waktu SMA

     Juli 2012, kali kita pertama masuk di kelas XI IPA 3 di SMA. Saat itu kita canggung untuk bertanya kepada semua murid di kelas karena kita kumpulan dari kelas X yang berbeda-beda, dari kelas X.1 sampai X.8 kita kumpul di XI IPA 3.

     Disinilah kita memulai cerita pertama, tidak lama ketika kita pertama masuk kelas ini kita langsung memilih ketua kelas atau yang di sebut KM dan terpilihlah Halis sebagai KM dan Sarboah sebagai wakil KM konyol dan asik.

        Waktu kita pertama belajar kita sempat panik karena kita dapet guru yang bener-bener tegas dan gak bisa di ajak bercanda. Disini kita sangat takut setengah mati karena guru tersebut sudah terkenal di satu sekolahan dengan amukan dan pedasnya omongan ketika ada murid yang tidak mengerjakan  tugas dan menghafal pada saat pelajaran beliau.

      Jam pelajaran pun berganti dan rasa takut itu pun sudah menghilang dengan sendirinya. Saatnya kita berganti mata pelajaran dan berganti guru, disini kita merasa konyol karena ada mitos sejak dari berdirinya sekolah ini dan sejak beliau mengajar di sekolah ini kaki kita gak boleh nginjak lantai ketika saat kegiatan belajar mengajar, karena ketika kaki kita nginjak lantai kita akan di suruh ke depan dan mengerjakan soal fisika. saking takutnya dan saking susahnya soal fisika, kita pun terpaksa menjalankan mitos itu hahahah

      Hari selanjutnya mata pelajaran olahraga kita di suruh ke lapang dan lari keliling lapangan. Saat guru itu ada keperluan kita di suruh lari terus ketika guru itu mulai pergi kita malah ke kantin dan bersantai santai jajan dan cerita bareng bareng hahahha sangat konyol.. Dan itulah kita merasakan kebersamaan...

     Kebersamaan itu berlanjut ketika kita mau praktek olahraga di lapang sepak bola UNPAD dan kolam renang Al-masoem. kebersamaan di lapang sepak bola unpad adalah ketika kita di tes lari yang harus mencapai 7 keliling (untuk laki-laki) dan 5 keliling (untuk perempuan) dan kita harus bergiliran menghitung lari keliling lapangan yang kita dapat, disini kita saling meluluskan teman kita masing-masing hahah sedikit berdosa sih tapi ga apa apa lah allah maha tau dan maha mengampuni heheeh..

     Setelah kita praktek lari keliling lapangan unpad  kita langsung kumpul di luar stadion karena kita mau praktek renang di al-masoem di situ kita berangkat bareng-bareng naik motor nah pas di jalan kita bingung kalo ke sana takut ada operasi di cileunyi, salah satu dari temen kita pun punya usul, Gimana kalo motornya di parkirin di rumah Halis kan deket Al-masoem tuh jadi kita tinggal nyebrang aja gmana?? kita pun langsung setuju pendapat dia.

     Praktek renang pun sudah selesai, kita pun kumpul lagi di luar kolam renang di situ kita ngobrol bareng bareng dan gak pengen pulang. Setelah itu kata Halis si pemilik rumah yang jadi korban parkiran oleh anak XI IPA 3, dia ngajak makan-makan di rumahnya.Kita pun langsung menuju rumah Yanyan, disini rasa kebersamaan kita pun mulai terasa kembali, ada yang masak lah ada yang ngerujak sambil megang kucing, ada yang ketawa-ketawa, ada yang becanda, dan masih banyak lagi.

    Beberapa bulan pun telah berlalu dan musim hujan pun mulai datang. ketika hujan besar datang kelas kita pun selalu bocor dan banjir, disini salah satu temen kita sudah ngusulin ke pihak sekolah untuk memperbaiki tapi tidak ada tanggapan, selanjutnya kita memutuskan untuk demo ke sekolah soalnya kita udah cape kalo setiap kali hujan kita harus beres-beres kelas.Sebenernya kelas kita saja yang berani dan yang pertama mendemo sekolah.

     Demo pun berlangsung, setelah itu KM dan rengrengannya di panggil oleh staf ruang sarana disini kita di tanya oleh staf ruang sarana "kenapa kalian melakukan demo dan bagaimana kalo ketauan media??" sambil marah marah. kita pun menjawab "ya itu sih salah bapak kenapa aspirasi kita gak di tanggapi dan kelas kita yang bocor itu ga cepet di perbaiki kita disini bayar SPP dan uang bangunan". Staf ruang sarana pun mengancam kita tidak akan meluluskan Ujian Nasional dan akan melaporkan ke Kepala Sekolah.

    Tidak lama setelah kejadian itu kita langsung mengadakan rapat di kelas soal yang tadi di bicarakan Staf ruang sarana disini kita sangat marah, apa hubungannya kelas bocor dan tidak akan di luluskan Ujian Nasional?? kita pun berencana mendemo sekolah dengan orang tua siswa. Bel pun berbunyi rapat pun selesai saatnya kita belajar di Lab. TIK. Saat belajar kita kaget dengan ke datangan Kepala Sekolah ke Lab. tidak di sangka-sangka beliau meminta maaf kepada kita soal kelas yang bocor itu dan kata beliau akan segera memperbaikinya. dan kelas pun di perbaiki kita pun gak kebocoran atau ke banjiran lagi..


segitu dulu ya cape euyy hhahaha